YouTube, Inkarnasi TV di Era Milenial ~ Opini

     YouTube, Inkarnasi TV di Era Milenial

Penulis: Mukhamad Usnul

    YouTube merupakan platform yang dimiliki oleh perusahaan Google berupa web layanan video, dimana kita dapat menonton dan berbagi video. Youtube sendiri mulai meluncur di internet pada tahun 2005-an dimana saat itu popularitasnya masih sedikit dibandingkan facebook yang dibuat setahun sebelumnya. Selain itu, penggunaan internet pada tahun tersebut masih dianggap mahal oleh masyarakat, apalagi untuk daerah pedesaan dimana penyebaran listrikpun ada yang masih belum merata dan kemungkinan belum tersentuh teknologi semewah internet. Namun ada satu-dua orang yang memiliki alat elektronik yang terbilang canggih pada masa itu seperti radio dan TV.  Pada saat itu TV sudah dianggap barang elektronik yang mewah walaupun bentuknya masih besar seperti tabung dan bahka lagi ada yang masih dual-screen, hitam dan putih. TV digunakan masyarakat sebagai media informasi dan hiburan yang menampilkan bentuk visual, lain halnya radio yang hanya berupa audio saja.

Masih ingat dibenak penulis saat ingin menonton TV, kita harus datang ke rumah orang yang mempunyai TV untuk menonton bersama. Walaupun terkadang tempatnya penuh sesak dengan orang-orang namun rasanya menyenangkan, terkadang juga disuruh pulang karena tuan rumah ingin beristirahat. Beberapa tahun kemudian setelah harga TV sudah dapat dijangkau, akhirnya sudah banyak orang yang mempunyai TV di rumah masing-masing. Saluran TV pertama di Indonesia yaitu TVRI, yang awal mulanya dibuat untuk menyiarkan acara Asian Games di Jakarta. Setelah usai acara Asian Games, saluran TVRI semakin berkembang dengan menyiarkan acara keberagaman Indonesia, edukasi dan acara hiburan yang lainnya.

Tahun-tahun berikutnya banyak bermunculan saluran TV Swasta yang berskala nasional sebut saja SCTV, RCTI, Indosiar, TPI dan sebagainya. Dengan munculnya saluran-saluran tersebut, semakin mewarnai dunia perTVan Indonesia. Mereka saling membuat acara unggulan dan berkualitas untuk menarik perhatian masyarakat. Hiburan keluarga menjadi menyenangkan dan membuat family-time yang tidak dapat terlupakan hingga kini. Di akhir pekan, beberapa saluran TV membuat acara khusus anak-anak seperti film kartun, animasi, super sentai, pahlawan fiksi ‘power ranger’ dan sebagainya. Tidak lupa pula acara religi yang bisa menambah rasa keimanan pada Tuhan YME. Sungguh waktu itu acara TV masih berkulitas tanpa memikirkan rate seperti acara TV di era sekarang.

Sistem pertelevisian saat ini agaknya telah mengalami kemunduran program, dimana ratinglah yang menjadi tolak ukur suatu acara. Program-program yang dinilai sarat akan nilai positif dan berkualitas kalah dengan acara sinetron dan program alay yang kurang mendidik. Program sinetron dianggap kurang mendidik karena acapkali menampilkan adegan kekerasan dan adegan percintaan anak-anak di bawah umur, dikhawatirkan hal-hal sebut akan menjadi contoh buruk bagi tumbuh kembang anak. Selain itu penggunaan bahasa dalam dialog sinetron yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dapat merusak kemurnian Bahasa Indonesia itu sendiri.

Pemerintah sendiri sebenarnya telah mengatur perTVan di Indonesia dengan dibuatnya lembaga independen yang mengurusi perTVan tersebut yaitu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berdiri tahun 2002 melalui undang-undang no 32 tahun 2002, dimana UU tersebut menghapus UU sebelumnya no. 24 tahun 1997 yang menyebutkan bahwa penyiaran di Indonesia dikontrol dan dikuasai oleh pemerintah. Dengan adanya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diharapkan proses demokrasi di Indonesia semakin terjamin. Di sisi lain kehadiran Komisi Penyiaran Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik stasiun TV untuk menyiarkan program-programnya, terlebih apabila mereka melakukan Live Broadcasting dimana pihak TV tidak bisa melakukan editing ketika tersapat suatu kesalahan. Sehingga tak jarang pula mereka memperoleh teguran dai pihak KPI karena dinilai acara tersebut melanggar peraturan yang ditetapkan KPI. Program TV diharapkan juga terlepas dari campur tangan pihak pemerintah, namun hal ini makin tak terelakkan manakala Kita memasuki pesta demokrasi 'Pemilu'. Beberapa stasiun bahkan secara terbuka mendukung suatu pasangan dan saling menjatuhkan, hal ini terjadi karena memang pasangan calon tersebut adalah pemilik atau kerabat dari pemilik stasiun TV.

Dengan perkembangan teknologi, Internet sudah mulai terjangkau dang menyebar secara menyeluruh. Internetpun digunakan sebagai media yang serbaguna seperti googling informasi, media bekerja serta sebagai hiburan slah satunya dengan mengakses aplikasi youtube. Youtube memanjakan penggunanya untuk mencari video yang diinginkannya, hal ini lebih informatif ketimbang akses berita dari TV. Oleh karena itu seakan eksistensi TV telah tergantikan oleh youtube dan internet lainnya. Namun karena sistem pengaturan youtube tidak diawasi oleh KPI selayaknya TV tadi, maka akan banyak informasi yang kurang baik bagi kita atau anak-anak. Untuk mengatasi hal demikian, konten-konten youtube terdapat klasifikasi umur dimana penonton yang belum mencukupi batasan tersebut tidak dapat mengaksesnya, namun sekarang ini juga sudah terdapat youtube untuk kalangan anak-anak yaitu youtube kids. Youtube kids merupakan aplikasi youtube yang memang diperuntukan bagi anak-anak. Di dalam youtube kids terdapat konten-konten yang menghibur dan menyenangkan dan tentunya  ramah anak-anak sehingga dapat mempermudah pengawasan orang tua mereka. 

Dengan semakin populernya youtube semakin banyak pula orang yang mencoba peruntungan dengan menjadi seorang youtuber. Youtuber adalah orang yang membuat dan menggunggah konten di youtube. Profesi youtuber semakin ramai dipilih oleh orang karena selain akan mendapatkan penghasilan yang lumayan, pekerjaan tersebut juga dapat dikerjakan di rumah saja. Hal ini sangat cocok bagi mereka yang malas bekerja di luar, terlebih pada keadaan pandemi yang mengharuskan kita bekerja dari rumah saja (Work form Home). Sebagai youtuber terdapat hal yang tidak boleh dilakukannya yaitu mengungkan konten orang lain/reupload  video. Oleh karena itu, seorang youtuber harus berpikir keras untuk membuat konten yang menarik  penonton. Lebih enaknya lagi semisal kita menjadi youtuber gaming, kita tinggal bermain game kemudian diunggah di youtube, sehingga selain menjalankan hobi kita juga dapat penghasilan ataupun youtuber reaction video, kita tinggal mengomentari video yang ada dengan cara unik untuk menarik penoton.

Dewasa ini youtuber juga merambah kepada kalangan public figure seperti Irfan Hakim, Deddy Corbuzier, Raffi Ahmad, bahkan sekelas presiden pun juga. Mereka memanfaatkan kepopulerannya untuk mendongkrak viewes video mereka. Tak heran kalaupun mereka baru menjadi seorang youtuber namun pengikutnya sudah banyak dibandingkan youtuber biasa. Youtuber dari kalangan artis biasanya mengunggah konten-konten tentang kehidupan pribadinya yang tidak terekspos ke TV. Kehidupan pribadi seorang artis pasti menarik perhatian khalayak umum terlebih bagi fans artis tersebut. Dalam menghadapi tekanan dari internet dan teknologi lain, sekarang saluran TV juga sudah dapat diakses lewat streaming online, juga mereka membuat akun youtube untuk mengunggah cuplikan dari programnya ke youtube, Hal tersebut seolah-olah TV lahir kembali di dalam youtube dimana kita bisa mengakses TV hanya dengan aplikasi youtube.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Menulis Opini

Manusia yang Kecanduan Gadget - Feature