Makalah Menulis Opini
Menulis Opini/Praktik
Disusun Guna
Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Dasar-dasar Jurnalistik
Dosen Pengampu:
Nanang Qosim, M.Pd.
Disusun
Oleh:
Iin Nurrahmaniah (1708056004)
Mukhamad Usnul (1708056020)
Siti Nur Haliza (1708056023)
Muhamad Syifaul Qolbi (1708056029)
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2020
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan
yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmat-Nyalah kami dapat
menyelesaikan tugas mata kuliah ‘Menulis Opini/Praktik’ dengan
tepat waktu.
Berikut
ini penyusun mempersembahkan sebuah makalah dengan judul ‘Menulis
Opini/Praktik’. Menurut penyusun bahwa dengan adanya makalah ini dapat
memberi manfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita tentang pengertian jurnalistik
Melalui
kata pengantar ini, penyusun lebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman
apabila isi makalah ini ada kekurangan dan penulisan yang penyusunbuat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan
ini penyusun mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih dan
semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.
Semarang, 9 Agustus 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................. I
DAFTAR ISI................................................................................................................. II
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
A.
Latar
Belakang.................................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah............................................................................................... 2
C.
Tujuan................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 3
A.
Pengertian
Opini................................................................................................. 3
B.
Karakteristik
Opini............................................................................................. 4
C.
Jenis-jenis
Opini.................................................................................................. 5
D.
Gaya
Penulisan Artikel Opini5........................................................................... 5
E.
Teknik
menulis Opini.......................................................................................... 7
BAB III PENUTUP...................................................................................................... 11
A.
Kesimpulan......................................................................................................... 11
B.
Saran................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menulis adalah suatu kegiatan yang melibatkan keahlian dalam
memaparkan suatu ide-ide, gagasan serta pendapat dengan menggunakan bahasa yang
bisa menarik minat pembaca. Banyak sekali informasi yang didapatkan dari
tulisan-tulisan yang tersedia di berbagai media. Setiap orang berhak menulis
ide-ide atau pendapatnya tentang suatu permasalahan yang sedang terjadi.
Pendapat bisa juga diartikan sebagai suatu opini atau pandangan.
Opini adalah pendapat seseorang atau sekelompok orang atas suatu
kejadian atau permasalahan yang terjadi. Publik adalah sekelompok orang yang
membicarakan suatu masalah yang di sampaikan menggunakan media seperti koran,
radio, surat kabar dan masih banyak lagi lainnya. Media adalah alat penyampaian
pendapat masyarakat tentang suatu yang dialami masyarakat itu sendiri. Jadi
opini publik adalah pendapat sekelompok orang tentang suatu permasalahan
kontroversial yang menyangkut kepentingan umum.
Opini adalah salah satu cara sekelompok orang atau masyarakat
menyampaikan aspirasi atau pendapatnya tentang suatu persoalan yang terjadi,
baik komunikasi secara langsung ataupun dengan menggunakan media. Dengan cepat
media akan menyebarluaskan aspirasi atau pendapat masyarakat. Media membentuk
opini publik untuk membawanya pada perubahan yang signifikan. Subyek opini
publik adalah masalah baru yang bersifat kontroversial. Unsur-unsur opini
publik adalah pernyataan yang kontroversial mengenai suatu hal yang bertentangan
dan reaksi pertama/gagasan baru. Gagasan-gagasan tersebut dapat bersumber dari
pemikiran pribadi (opini pribadi), pemikiran suatu kelompok yang
berkepentingan(Opini Kelompok) ataupun Pemikiran yang mengaspirasikan semua
masyarakat (Opini Umum).
Dalam mengungkapkan gagasan untuk menjadi sebuah opini, seseorang dapat
menuliskannya dengan berbagai gaya penulisan opini untuk
membuat tulisan menjadi lebih menarik sehingga dapat menggugah minat pembaca.
Gaya penulisan dalam opini tersebut antara lain gaya penulisan eksposisi,
deskripsi, narasi, argumentasi, dan persuasi. Selain gaya penulisan, seseorang
harus mengetahui struktur dan teknik dalam penulisan opini yang baik dan benar.
Melihat
permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk membuat makalah yang berjudul
“Menulis Opini”.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang sudah kami
paparkan diatas, maka rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut:
1.
Apa pengertian
dari opini?
2.
Bagaimana
karakteristik dari opini?
3.
Apa saja
jenis-jenis dari opini?
4.
Bagaimana gaya
penulisan artikel opini?
5.
Bagaimana
Teknik menulis Opini?
C.
Tujuan
Dari rumusan masalah yang sudah kami
paparkan diatas, tujuan pada makalah ini
sebagai berikut:
1.
Menjelaskan
pengertian dari opini.
2.
Menjelaskan karakteristik
dari opini.
3.
Menjelaskan
jenis-jenis dari opini.
4.
Menjelaskan
gaya penulisan artikel opini.
5.
Menjelaskan
Teknik dalam menulis Opini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Opini
Istilah opinion
yang diterjemahkan menjadi “opini” didefinisikan oleh Cutlip dan Center
diartikan sebagai pengekspresian suatu sikap mengenai persoalan yang mengandung
pertentangan. Menurut Leonardo W. Dood opini adalah suatu sikap atau pendapat
yang dikeluarkan seseorang mengenai sebuah masalah, atau bersoalan dan keadaan
yang sedang terjadi maupun sudah terjadi. Opini juga diartikan sebagai pendapat
atau pandangan tentang suatu persoalan. Ketika seseorang beropini terhadap
suatu permasalahan yang sama akan menimbulkan penilaian yang berbeda, hal itu
dikarenakan opini memiliki sifat subyektif yang artinya menurut pandangan
sendiri-sendiri.
Opini menurut
KBBI adalah pendapat, pikiran, atau pendirian. Opini merupakan kata yang
berarti tanggapan atau jawaban terhadap sesuatu persoalan yang dinyatakan
berdasarkan kata-kata, bisa juga berupa perilaku, sikap, tindakan, pandangan,
dan tanggapan. Sedangkan pendapat lain mengatakan opini adalah ekspresi sikap
dengan melalui jawaban positif untuk informan yang mendukung, jawaban netral
dan negatif untuk jawaban yang tidak mendukung, artinya apabila sesorang beropini
positif tandanya orang tersebut mendukung, dan apabila seseorang beropini
negatif artinya orang tersebut menolak.
Opini juga
termasuk dalam kategori tulisan ilmiah populer. Penulisan opini menekankan pada
pendapat pribadi penulis dengan memperkuat argumentasi logis. Biasanya berisi
pemikiran kritis terhadap masalah aktual yang tengah berkembang di masyarakat.
Salah satu ciri opini adalah bersifat persuasif. Adengan cara itu penulis
berusaha mempengaruhi pembaca agar mengadopsi sikap dan pemikirannya,bahkan
bertindak sesuai harapannya.
Opini adalah
gagasan yang idungkapkan berdasarkan pendapat pembicara. Opini disebut juga
pendapat. Opini juga berarti gagasan, ide, atau pemikiran seseorang terhadap
suatu peristiwa atau masalah. Opini yang terdapat dalam artikel merupakan opini
penulis. Jika dibahas oleh orang lain, suatu masalah akan menimbulkan opini
berbeda.(dalam Meita Sandra, 2019 : 24)
B.
Karakteristik
Opini
Opini
merupakan cara individu mengekspresikan informasi yang diperoleh berdasarkan
pada pemahaman individu itu sendiri sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan,
individu menyadari adanya kehadiran suatu stimulus, namun individu itu
menginterpretasikan stimulus tersebut. Dalam definisi ini mengandung makna :
1.
Opini itu
tergantung pada sensasi-sensasi yang didasarkan pada informasi sensori dasar.
Yang dimaksud dengan informasi dasar adalah informasi yang sesungguhnya terjadi
sampai pada alat indera kita.
2.
Sensori-sensori
itu menimbulkan interpretasi agar persepsi dapat terjadi. Menurut Deddy Mulyana
dalam bukunya “Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar”, pada dasarnya opini atau cara pandang manusia
terjadi menjadi dua, yaitu :
a.
Opini terhadap
objek opini dalam menilai suatu objek
atau isu permasalahan tidak selalu sama.
Terkadang dalam mengopinikan permasalahan, sesorang dapat melakukan kekeliruan,
hal tersebut disebabkan karena :
1)
Kondisi yang
mempengaruhi pandangan seseorang, seperti keadaan cuaca yang membuat orang
melihat fatamorgana, pembiasan cahaya seperti dalam peristiwa ketika seseorang
melihat tongkat yang dimasukkan kedalam air terlihat bengkok padahal sebenarnya
tongkat tersebut lurus.
2)
Latar belakang
pengalaman yang berbeda antara seseorang dengan orang lain. Budaya yang berbeda dan suasana psikologis yang berbeda juga membuat
perbedaan persepsi seseorang dengan orang lain dalam mempersepsi suatu objek
atau isu permasalahan.
3)
Opini manusia
terhadap persepsi sosial. Opini sosial adalah proses menangkap arti objek-objek
sosial dan kejadian-kejadian yang dialami seseorang dalam lingkungan orang
tersebut. Menurut Bremm dan Kassin opini manusiaadalah penilaian-penilaian yang
terjadi dalam upaya manusia memahami orang lain. Opini sosial merupakan sumber
penting dalam pola interaksi antar manusia, karena opini sosial seseorang
menentukan hubungan seseorang dengan orang lain.
4)
Untuk memahami opini
seseorang dan publik tersebut, menurut R. P. Abelson bukanlah perkara mudah,
karena mempunyai kaitan yang erat dengan :
a.
Kepercayaan dengan sesuatu
(belief)
b.
Apa yang sebenarnya
dirasakan atau menjadi sikapnya (attitude)
c.
Persepsi (perception),
yaitu suatu proses memberikan makna, yang berakar dari berbagai faktor, yakni:
1)
Latar belakang
budaya, kebiasaan dan adat-istiadat yang dianut seseorang atau masyarakat.
2)
Pengalaman masa
lalu seseorang/kelompok tertentu menjadi landasan atas pendapat atau
pandangannya.
3)
Nilai-nilai
yang dianut (moral, etika, dan keagamaan yang dianut atau nilai-nilai yang
berlaku di masyarakat).
C.
Jenis-jenis
Opini
Menurut Emory S. Bogardus jenis-jenis opini adalah :
1.
Personal
Opinion (opini personal)
Personal opinion adalah penafsiran individual mengenai berbagai
masalah dimana tidak terdapat suatu pandangan yang sama.
2.
Opini pribadi
Opini pribadi ini merupakan aspek yang sangat penting bagi
berkembangnya opini personal. Hal ini disebabkan opini pribadi adalah suatu
bagian dari opini personal yang tidak dinyatakan.
3.
Opini kelompok
Opini kelompok terdiri dari opini mayoritas dan minoritas :
a)
Opini
mayoritas, opini yang dinyatakan atau sedikit-dikitnya dirasakan oleh lebih
dari setengah dari suatu kelompok atau suatu lingkungan.
b)
Opini
minoritas, suatu konklusi yang didukung oleh kurang dari sebagian jumlah
anggota kelompok.
4.
Opini umum
Opini yang berakar pada tradisi serta adat istiadat, berkembang
dari dulu hingga sekarang.
D.
Gaya Penulisan
Opini
Opini dapat diartikan sebagai tulisan yang berisi mengenai pendapat
seseorang terhadap suatu topik atau masalah tertentu. Dengan demikian, isi dari
opini adalah argumen penulis sendiri disertai solusi yang ditawarkan. Untuk
itu, seorang penulis membutuhkan gaya penulisan opini untuk membuat tulisannya
menjadi lebih menarik agar dapat menggugah minat pembaca.
Gaya penulisan artikel opini ada lima, yaitu eksposisi, deskripsi,
narasi, argumentasi, dan persuasi. Secara lebih rinci, gaya penulisan opini
dipaparkan sebagai berikut :
1.
Opini dengan
Gaya Eksposisi
Tujuan utama menulis opini dengan
gaya eksposisi adalah untuk memaparkan mengenai sesuatu. Selain itu, opini
dengan gaya ini juga bertujuan untuk menjelaskan, menerangkan, mengklarifikasi,
dan mengevaluasi sebuah persoalan. Dengan menulis bergaya eksposisi, penulis
mencoba untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai suatu hal yang akan
dijelaskan atau dipaparkan. Alwasilah & Alwasilah (dalam Kuncoro, 2009:72)
berpendapat bahwa eksposisi mengandalkan strategi pengembangan paragraf seperti
dengan memberikan contoh, proses, sebab-akibat, klarifikasi, definisi,
komparasi, dan kontras.
2.
Opini dengan
Gaya Deskripsi
Opini dengan gaya
deskripsi ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk menggambarkan sesuatu. Gaya
deskripsi dalam opini lebih menggambarkan sesuatu secara verbal yang akan
ditulis oleh seorang penulis, baik itu manusia, objek, pemandangan, dan
sebagainya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Alwasilah & Alwasilah
(dalam Kuncoro, 2009:72) yang menyatakan bahwa cara penulisan seperti di atas
dapat menggambarkan sesuatu objek atau kejadian sedemikian rupa sehingga
pembaca dibuat seolah-olah dapat melihat sendiri, mengalami sendiri, dan
merasakan sendiri apa yang terjadi sebagaimana yang dipersepsikan oleh
pancaindera.
3.
Opini dengan
Gaya Narasi
Secara umum, narasi dapat
dipahami sebagai suatu proses bercerita atau menceritakan sesuatu. Cerita dapat
diartikan sebagai rangkaian suatu peristiwa atau kejadian secara kronologis,
baik yang berupa fakta maupun fiksi (khayalan). Tujuan dari opini bergaya
narasi ini adalah untuk menceritakan mengenai sesuatu. Banyak orang yang
beranggapan bahwa narasi itu cenderung berupa cerita fiksi atau khayalan. Akan
tetapi, narasi itu sebenarnya tidak selalu harus bersifat fiksi, dapat juga
menceritakan fakta. Fakta yang diceritakan biasanya bersifat kronologis atau
berdimensi urutan waktu, sehingga ada sosok yang diceritakan di dalam suatu
opini sesuai dengan fakta yang ada. Selain itu, gaya ini juga dapat menggugah
pembaca untuk terus mengikuti penceritaan yang ditulis oleh seorang penulis
untuk memaparkan argumen-argumennya. Dengan demikian, penulis dapat menggunakan
lebih dari satu gaya dalam penulisan opini.
4.
Opini dengan
Gaya Argumentasi
Argumentasi dapat
diartikan sebagai tulisan yang dapat mempengaruhi pendapat orang lain mengenai
sesuatu hal yang diangkat oleh seorang penulis. Sebuah tulisan dapat dikatakan
bergaya argumentasi apabila tujuan utamanya adalah untuk mengemukakan pendapat
yang didukung data/fakta. Tentu saja dalam berargumentasi harus didasarkan pada
data atau fakta yang jelas sehingga tulisan tersebut dapat
dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, sebuah tulisan argumentasi diharapkan
dapat meyakinkan dan dipercaya oleh pembaca pada umumnya. Sebuah tulisan
argumentatif yang baik adalah tulisan yang tidak hanya berisi argumen-argumen
dari penulis saja. Akan tetapi, tulisan opini yang baik disertai juga dengan
data atau fakta yang akurat. .
5.
Opini dengan
Gaya Persuasi
Secara umum, persuasi
dapat diartikan sebagai tulisan yang dapat membujuk atau mengajak pembaca.
Sebuah tulisan opini dapat dikatakan bergaya persuasi jika tujuan utamanya
adalah untuk membujuk atau mengajak. Gaya persuasi ini dapat digunakan oleh
seorang penulis untuk membujuk atau mengajak pembaca agar mengikuti argumennya.
Argumen-argumen yang dibuat penulis tentu tidak semua dapat bergaya persuasi,
tetapi setidaknya memasukkan gaya ini di dalam tulisannya agar lebih menarik
dan menggugah minat pembaca.
E.
Teknik menulis Opini
Dalam menulis opini hal-hal yang harus
diperhatikan adalah :
1. Struktur Opini
Opini merupakan salah satu jenis tulisan
yang memiliki struktur tertentu. Setokoesoemo berpendapat bahwa struktur opini
ada 4, yaitu (1) judul, (2) alinea pembuka (lead), (3) alinea penjelas (body),
dan (4) alinea penutup (ending). Secara lebih rinci, struktur opini dipaparkan
di bawah ini:
a. Judul
Selain harus mencerminkan isi tulisan,
judul harus mampu menarik perhatian pembaca (Kuncoro, 2009). Judul yang dibuat
harus mewakili tema yang akan dibahas atau pendapat yang akan diajukan. Syarat
untuk membuat judul ada beberapa, yaitu: singkat (cukup terdiri dari tiga
sampai lima kata), padat (sarat makna), dan menggunakan kata-kata yang tidak
klise (menirukan). Judul harus dibuat semenarik mungkin agar menggugah orang
untuk membaca tulisan secara keseluruhan.
b. Alinea Pembuka (Lead)
Alinea pembuka (lead) adalah bagian penting
dari sebuah tulisan. Kuncoro (2009) berpendapat bahwa lead memegang peranan
penting dalam sebuah tulisan artikel opini. Hal ini dikarenakan lead berada di
awal dan berfungsi untuk menyapa pembaca dengan kalimat-kalimat yang dapat
menggugah perhatian pembaca. Tergugah atau tidaknya minat pembaca sangat
tergantung pada kualitas lead yang dibuat oleh seorang penulis.
Lead harus dibuat menarik, tidak
menggunakan pemakaian yang klise dan kalimatnya tidak panjang. Lead ini
berfungsi membawa pembaca untuk mengerti masalah apa yang akan dibicarakan oleh
penulis opini. Dengan kata lain, lead merupakan bagian penting dari alinea
pembuka.
c. Alinea Penjelas (Body)
Alinea penjelas (body) dapat dikatakan sebagai
“daging” dari sebuah tulisan opini (Kuncoro, 2009). Di sinilah penulis
menuangkan gagasan dan ide-idenya. Dengan demikian, secara ringkas bagian dari
body ini dapat berisi tentang:
a) gagasan apa yang ditawarkan, serta
tesis yang dikemukakan
b) argumentasi pentingnya
gagasan/ide/pemikiran
c) contoh-contoh dengan menampilkan data-data
yang relevan dan menunjang
d) keuntungan dan kerugian jika gagasan
data-data yang relevan dan menunjang.
d. Alinea Penutup (Ending)
Bagian penutup (ending) dapat dikatakan
sebagai simpulan dari tulisan opini. Alinea penutup memiliki porsi sebesar 10%
dari keseluruhan isi tulisan artikel opini (Kuncoro, 2009). Kendati penutup,
penulis opini tetap harus menganggap ini bagian yang tidak kalah penting. Untuk
mengulang dan mengingatkan pembaca akan gagasan yang ditawarkan.
2. Langkah-langkah dalam Menulis Opini
Sebuah
opini terkadang menjadi hal yang menyulitkan bagi banyak orang. Akan tetapi,
jika menulis itu sering dilakukan maka bukan tidak mungkin jika menulis itu
menjadi suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Hermanvarella (dalam Kuncoro,
2009:70-71) mengemukakan bahwa ada beberapa langkah yang dibutuhkan dalam
menulis opini. Langkah- langkah dalam menulis artikel opini dipaparkan sebagai
berikut :
a. Langkah awal yang harus dilakukan untuk
dapat menulis suatu artikel opini ialah menggali ide. Jika sudah menemukan ide,
penulis harus mencoba menganalisis masalah yang ada untuk dijadikan tema yang menarik.
b. Langkah kedua ialah membuat kerangka
tulisan secara rinci. Secara umum, kerangka tulisan opini berstruktur pembuka,
isi, dan penutup. Dengan demikian, hasil tulisan opini yang dibuat lebih mudah
untuk dibaca dan dipahami oleh pembaca.
c. Langkah ketiga adalah mengumpulkan data
dan referensi seperti buku, majalah, koran, hasil penelitian, dan lain
sebagainya. Dengan menggunakan referensi, penulis opini dapat membangun
analisis atas permasalahan yang diangkat, sedangkan dengan menggunakan data,
penulis opini dapat memperkuat argumentasi atau idenya.
d. Langkah selanjutnya ialah mulai menulis.
Jika langkah-langkah sebelumnya sudah dilakukan, maka mulailah untuk menulis.
e. Langkah yang terakhir dalam penulisan
opini ialah editing. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah tulisan telah
sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan layak atau tidak
tulisan tersebut dimuat di media massa. Dalam langkah editing ini, sebaiknya
melibatkan penulis yang lebih senior atau dapat melibatkan guru, dosen yang
berkompeten dalam tata bahasa.
Selain langkah-langkah tersebut, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah opini di media massa.
Sayah (dalam Kuncoro, 2009:71) mengemukakan beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam menulis sebuah opini diantaranya sebagai berikut :
1. Aktualitas
Dalam media massa seperti koran dan
majalah, aktualitas menjadi hal yang sangat penting bahkan merupakan harga mati
(Sayah dalam Kuncoro, 2009). Arti dari aktualitas ialah tulisantulisan yang
sungguh sesuai dengan perkembangan zaman, misalnya saat ini sedang populer
tentang korupsi, maka tulisan yang aktual ialah tulisan yang menyinggung tentang
korupsi. Selain itu, topik yang sudah lama dapat juga menjadi hal yang aktual
dengan beberapa pengembangan, seperti topik kemerdekaan 17 Agustus 1945,
penulis dapat membuat suatu opini dengan judul “Sudahkan Kita Merdeka?”
(Kuncoro, 2009).
2. Bahasa yang lugas
Bahasa yang lugas di dalam penulisan
opini dapat dipenuhi dengan memastikan kalimat dalam tulisan merupakan kalimat
yang baku (efektif) dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
(PUEBI). Bahasa yang lugas akan memudahkan pembaca untuk memahami isi dari
opini tersebut (Sayah dalam Kuncoro, 2009).
3. Otoritas
Penulis harus memastikan tulisan yang
akan dimuat dalam media massa sesuai dengan latar belakang pendidikan penulis
(Sayah dalam Kuncoro, 2009). Salah satu syarat agar tulisan dimuat adalah harus
memiliki otoritas untuk menjelaskan kepada publik. Otoritas diperlukan agar
pembaca percaya terhadap penulis. Otoritas tidak selalu berarti latar belakang
pendidikan, tetapi dapat juga berupa aktivitas atau pekerjaan penulis.
4. Bahasa populer
Agar tulisan opini diminati oleh banyak
orang maka gunakan bahasa populer. Sayah (dalam Kuncoro, 2009) berpendapat
bahwa bahasa populer ialah bahasa yang dapat dimengerti oleh orang banyak
sehingga isi dari artikel opini dapat dipahami dengan baik. Bahasa yang populer
tidak sama dengan bahasa gaul yang sering dipergunakan di kalangan banyak
orang, melainkan bahasa yang mudah untuk dipahami orang banyak.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan dari
pembahasan ini adalah :
1.
Opini adalah
gagasan yang diungkapkan berdasarkan pendapat pembicara. Opini disebut juga
pendapat. Opini juga berarti gagasan, ide, atau pemikiran seseorang terhadap
suatu peristiwa atau masalah.
2.
Karakteristik
opini
a.
Opini itu
tergantung pada sensasi-sensasi yang didasarkan pada informasi sensori dasar
b.
Sensori-sensori
itu menimbulkan interpretasi agar persepsi dapat terjadi
3.
Jenis jenis
opini
a.
Personal
Opinion (opini personal)
b.
Opini pribadi
c.
Opini kelompok
d.
Opini umum
4.
Gaya Penulisan
Artikel Opini
Gaya penulisan artikel opini ada lima, yaitu eksposisi, deskripsi,
narasi, argumentasi, dan persuasi
5.
Teknik
penulisan artikel
Hal yang harus diperhatikan adalah mengethaui struktur dari opini
dan langkah-langkah dalam penulisan opini.
B.
Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan
dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Penulis
tentunya masih menyadari jika makalah ini terdapat banyak kekurangan dan jauh
dari kesempurnaan. Sehingga kritik
dan saran membangun dari para pembaca sangat diharapkan demi perbaikan
kedepannya. Atas kekurangan dalam segi apapun, kami
selaku penyaji mohon maaf yang sebesar-besarnya dan semoga membawa manfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Haris Septiaji,
Antonius. 2018.”Pengembangan Modul
Menulis Artikel Opini Berperspektif Logika Toulmin”. Skripsi. Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma: Yogjakarta.
Irawan, Purnama. 2016. “Analisis Opini Publik Tentang Kualitas
Pelayanan Publik Pemerintah
Kota Palembang dalam Rubrik “Lapor Mang Sripo pada Surat Kabar Sriwijaya Post “. Skripsi. Fakultas
Dakwah dan Komunikasi. Jurnalistik. UIN Raden
Fatah Palembang.
Kuncoro, Mudrajat. 2009. Mahir Menulis : Kiat Jitu Menulis
Artikel Opini, Kolom, dan Resensi
Buku. Jakarta. Erlangga
Rizky,
Miftakul. 2016. “Opini Mahasiswa
Tentang Emoticon Lgbt ( Lesbian, Gay, Biseksual, Trangender) Pada Media Sosial
Line”. Skripsi.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel: Surabaya.
Santhi, Meita Sandra. 2019. Editorial dan Artikel (fakta dan
Opini). PT Aksarra Sinergi Media. Surakarta.
Biodata penulis makalah
“Menulis Opini/Praktik”
Komentar
Posting Komentar