Eksistensi Bisnis Online di Era Pandemi~Artikel
Eksistensi
Bisnis Online di Era Pandemi
Oleh:
Mukhamad Usnul
Dengan
adanya pandemi covid 19 mengharuskan masyarakat untuk mengurangi kegiatan
sosial yang menimbulkan kerumunan. Pemerintah memerintahkan untuk tetap di
rumah guna mencegah penyebaran virus tersebut. Dampaknya beberapa pelaku usaha
terpaksa menghentikan usahanya terlebih dahulu. Namun lain halnya dengan bisnis
online, bisnis ini mengalami peningkatan yang tajam selama masa pandemi
ini. Menurut menteri Koperasi dan Usaha
kecil Menengah, Teten Masduki menyatakan bahwa terdapat peningkatan sebesar
350% transaksi penjualan online selama pandemi, dimana pada tahun lalu saja
hanya sekitar 15,08% untuk transaksi online dan sisanya 84,92 % berupa
transaksi offline. Hal tersebut sesuai dengan laporan BPS dalam “Statistik
E-commerce 2019”. Anjuran untuk sosial
distancing membuat masyarakat beralih belanja secara online. Selain lebih
praktis, terdapat juga banyak potongan harga yang ditawarkan oleh platform
jualan online sehingga menarik konsumen untuk belanja.
Bisnis
online atau e-commerce merupakan
sarana kegiatan jual beli melalui media elektronik dimana dapat diakses secara
global. Perkembangan e-commerce di
Indonesia terbilang pesat, dimana
Indonesia sendiri merupakan pengguna sosial media tertinggi di dunia.
Diperkirakan ada 50 juta pengguna baru dalam setiap 5 tahun. Sektor e-commerce ini sendiri sudah
berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara. Dalam laporan McKinsey,
menyebutkan bahwa sudah lebih dari 5 miliar dolar didapatkan dari sektor e-commerce berupa bisnis formal e-tailing dan lebih dari 3 miliar dolar
dari perdagangan informal. Platform e-tailing
di Indonesia antara lain Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia dan sebagainya.
Sedangkan perdagangan informal dapat melalui whatsapp atau facebook.
Pemanfataan
teknologi internet sebagai media bisnis dapat memberikan keuntungan bagi pelaku
bisnis dan konsumen itu sendiri. Pelaku bisnis dapat mengenalkan produknya
kepada khalayak dengan mudah dan lebih cepat. Dengan keadaan sekarang masih
pandemi ini, bisnis online menjadi salah satu solusi ekonomi tanpa takut
terjangkiti virus covid ini. Sebagai pelaku bisnis yang ingin memulai bisnisnya
pada masa pandemi ini setidaknya harus
memperhatihan hal-hal berikut ini:
Pertama,
Mindset bisnis online dengan benar. Dalam
memulai bisnis online, hal pertama yang harus kita persiapkan adalah mengetahui
seluk beluk bisnis online itu sendiri. Ubah dan terapkan pola pikir bisnis
online dalam mindset kita, sehingga sekalipun kita mengalami keterpurukan. Kita
pasti tak akan menyerah dan tetap berusaha. Berpikir posistif bahwa rezeki
setiap orang sudah diatur oleh yang kuasa dengan tetap berusaha semaksimal
mungkin.
Kedua,
Siapa target pasar yang dituju. Menentukan tujuan produk dijual kepada
siapa sangat penting bagi penjual. Target pasar merupakan tujuan penjualan yang
dinilai dapat menjadi calon pembeli produk kita. Strategi pemasaran yang baik
yaitu menentukan target pasar yang potensial dan untuk memasarkan produk dengan
baik, kita perlu data serta metode yang tepat. Dalam hal bisnis online,
misalnya strategi pengiklanan produk di dunia maya dengan di sertai animasi
yang menarik. Sebagai contoh, kita akan berbisnis dengan target pasar wanita
muda, maka banyak produk yang dapat kita jual seperti perlengkapan make up,
baju, sepatu, tas wanita dan sebagainya. Untuk memudahkan kita dalam menentukan
target pasar, kita perlu buyer persona, yaitu profile dari orang yang
menggunakan/membeli produk/jasa. Dalam buyer persona setidaknya ada 4 hal
kriteria yaitu Demografi (usia, jenis kelamin, status material, tempat tinggal,
pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan), Minat, perilaku dan Goal (mimpi yang ingin dicapai)
Ketiga,
Tentukan model bisnis online yang tepat.
Model bisnis online dapat berupa freelancing, konsultasi online, digital
agency, affiliate marketing, donasi, sponsor articles, membership website,
sponsorship/endorse, jualan online dan advertising. Pemilihan model bisnis
online seharusnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing guna mempermudah dalam
pengembangan bisnis. Misalnya kalian memiliki kemampuan design grafis, maka
model bisnis yang sebaiknya dipilih adalah freelancing.
Keempat,
Menyiapkan Produk. Setelah ketiga
langkah sudah terpenuhi, selanjutnya kita menyiapkan produk dari bisnis online.
Jenis produk yang dapat kita jual dapat berupa produk fisik, produk digital dan
jasa. Misalkan kita akan menjual barang secara online, produk ini bisa dari
hasil buatan sendiri, membeli dari orang lain kemudian dijual kembali
(kulak-an) atau dengan sistem dropship (mengambil dari orang lain tanpa perlu
punya stok).
Kelima,
Membuat website/katalog/landing page. Tujuan
dari hal ini adalah sebagai media komunikasi atau media promosi produk kita.
Kita juga dapat membuat akun di platform e-commerce yang sudah populer yaitu
bukalapak, tokopedia, shopee, lazada sebagainya. Keuntungan kita menjual produk
melalui platform tersebut adalah (1) Mempermudah pemasaran produk. Dengan
banyaknya promo/potongan harga yang menggiurkan dari platform (Diskon 11.11,
gratis ongkos kirim) serta menggait bintang-bintang terkenal sebagai Brand ambassador selayaknya Cr. Ronaldo
(pada Shopee), Lee Min Ho & Agnes Mo (Lazada) dan sebagainya menjadi daya
tarik tersendiri bagi konsumen. (2) Menambah kepercayaan antar kedua pihak. Sebelum
mendaftarkan diri pada platform e-commerce tersebut, seorang penjual harus
mengisikan data-data yang harus dipenuhi seperti nama lapak, alamat, nomer
handphone dan spesifikasi produk yang dijual. Hal ini dapat meminimalisir
penipuan dan memberikan keterpercayaan bagi konsumen. Dengan meningkatnya
kepercayaan konsumen meningkat pula transaksi penjualan online dalam platform
tersebut. Dampak positif dari peningkatan penjualan online yaitu jasa
pengiriman barang juga semakin meningkat.
Komentar
Posting Komentar